15 Tempat Wisata Populer di Soppeng yang Wajib Anda Kunjungi

Avatar photo

S. Ikrar

Tempat Wisata Populer di Soppeng

Temukan pesona Soppeng melalui tempat wisata populer yang wajib Anda kunjungi, menghadirkan keindahan alam yang menakjubkan, warisan budaya yang memukau, dan pengalaman unik yang akan melengkapi perjalanan Anda.

Keberagaman destinasi di Soppeng menawarkan pengalaman wisata dari keindahan alam hingga situs bersejarah. Kabupaten Soppeng, yang dikenal sebagai Bumi Latemmamala, berjarak sekitar 150 Km dari pusat Kota Makassar dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3-4 jam.

Inilah beberapa pilihan menarik untuk mengisi liburan di Soppeng, sebuah tempat yang mampu memberikan suasana menyegarkan bagi setiap pelancong:

1. Pemandian Air Panas Lejja

Pemandian Air Panas Lejja
Foto: Google Maps/Kiswan Purwanto

Di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, terletak Pemandian Air Panas Lejja yang terkenal. Daya tarik utama dari tempat ini adalah air panasnya yang berada pada suhu sekitar 60 derajat celcius. Tarif masuknya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 12.500 untuk dewasa tergantung hari kunjungan, sementara anak-anak hanya Rp 3.000.

2. Puncak Gunung Sewo

Bagi pencinta alam dan pendakian, Puncak Gunung Sewo yang berlokasi di Bila, Kecamatan Lalabata, adalah destinasi sempurna. Dari puncaknya yang berada di ketinggian +450 mdpl, pengunjung dapat menatap keindahan kota Soppeng, menyaksikan sunrise atau sunset, atau sekadar menikmati sensasi berada di antara awan. Waktu pendakian ke puncak kurang lebih 45 menit.

3. Taman Kalong

Berada di pusat kota Soppeng, Taman Kalong menawarkan hiburan murah namun berkesan. Dinamai berdasarkan kelelawar pemakan buah yang sering terlihat bertengger di sana, taman ini menyuguhkan suasana yang menyenangkan. Pengunjung dapat beristirahat, menikmati cemilan, atau hanya menikmati lampu-lampu berwarna-warni di malam hari. Lokasinya berdekatan dengan masjid Raya Soppeng dan Villa Yuliana.

4. Bukit Gondolo

Dikenal oleh penduduk lokal sebagai Bulu Gondolo, bukit ini sesungguhnya memiliki ciri khas tanpa pepohonan. Lokasinya terletak di Jalan Buccello, Kecamatan Lalabata. Menuju bukit ini, pengunjung akan melintasi beberapa pemukiman penduduk. Untuk mencapai puncaknya, diperlukan pendakian sekitar 80-100 meter. Dari atas, pengunjung akan disuguhkan pemandangan kota, pegunungan yang memukau, danau tempe di kejauhan, serta indahnya matahari saat terbit dan tenggelam.

Baca Juga:  Desa Potato Head Bali, Objek Wisata Edukasi Favorit

5. Museum Villa Yuliana

Museum Villa Yuliana
Foto: Google Maps/Bung Rd

Dulunya bangunan kolonial Belanda, Villa Yuliana kini menjadi museum yang memamerkan barang-barang bersejarah seperti peralatan, senjata, dan uang kuno. Bangunan ini terletak di pusat Kabupaten Soppeng, tepat di Botto, Kecamatan Lalabata.

6. Desa Umpungeng: Pusat Indonesia

Desa Umpungeng, yang dikenal sebagai titik terpusat Indonesia, menawarkan kekayaan budaya dan sejarah. Situs
megalitikum di desa ini menandai pertemuan antara raja-raja kuno Soppeng. Lokasinya dikelilingi oleh Gunung Laposo dan Gunung Nene Conang, dengan ketinggian antara 1000-1500 mdpl, memberikan tantangan bagi pengunjung.

7. Kolam Alam Ompo

Terletak di Ompo, Kecamatan Lalabata, kolam alam ini dikenal dengan airnya yang jernih dan dingin. Kolam ini memiliki tiga bagian berbeda untuk dewasa, anak-anak, dan sumber mata air.

8. Triple 8 Riverside Resort

Resort yang berlokasi di Jalan Lompo Nomor 888, Lemba, Lalabata ini menawarkan penginapan, kafe, dan restoran dalam satu area, dengan suasana yang nyaman dan sudut-sudut yang menarik untuk berfoto.

9. Permandian Citta

Permandian ini, yang berlokasi di Desa Citta, menawarkan suasana pedesaan yang asli dengan kolam yang terus mengalir sepanjang tahun, disuplai oleh pohon besar.

10. Lembah Cinta Mattabulu

Terletak di tengah hutan pinus, Lembah Cinta Mattabulu menawarkan berbagai aktivitas luar ruang seperti flying fox, sepeda gantung, dan camping. Kunjungan terbaik ke tempat ini adalah pada bulan Desember, ketika daun-daun berjatuhan memberikan pemandangan yang menawan. Namun, disarankan untuk tidak menggunakan kendaraan roda empat karena keterbatasan lebar jalan.

11. Sao Mario Heritage House

Rumah Adat Sao Mario, dengan penampilan arsitekturnya yang mencerminkan kebudayaan suku di Sulawesi hingga
Sumatera, adalah warisan dari Prof Andi Mustari Pide, tokoh Bugis yang meraih kesuksesan di Minangkabau, Padang, Sumatera Barat. Terletak di Manorang Salo, Marioriawa, dan berjarak sekitar 30 Km dari Kota Watansoppeng, kompleks ini menampilkan berbagai rumah tradisional dari Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Minangkabau, hingga Batak. Rumah Adat Sao Mario kini menjadi museum yang menyimpan berbagai benda antik dari berbagai wil
ayah di Indonesia maupun mancanegara, menjadikannya sebagai destinasi wisata menarik di Soppeng.

Baca Juga:  11 Tempat Wisata Terdekat dari Stasiun Malang

12. Mariang’e’s Tellongeng

Mariang’e’s Tellongeng, terletak di Desa Mattabulu, adalah destinasi wisata yang diinisiasi oleh IMPS bersama karang taruna setempat. Tempat ini kini menjadi destinasi populer dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang mempesona. Pengunjung akan menikmati perjalanan 20 menit berjalan kaki yang dihiasi dengan kutipan-kutipan inspiratif di papan kayu sepanjang jalan.

13. Bulu Matanre Archaeological Site

Situs Bulu Matanre, di Kabupaten Soppeng, adalah bukti peninggalan kerajaan kuno yang makmur. Situs ini menjadi tempat peristirahatan terakhir Raja Bulu Matanre dan menjadi latar belakang bagi ritual Pattaungeng, perayaan tahunan yang diadakan untuk menghormati leluhur dan mengekspresikan rasa syukur. Terletak di Dusun Cirowali, Desa Mattabulu, situs ini dapat dikunjungi tanpa biaya masuk.

14. Liu Pangie Waterfall

Salah satu permata di Kabupaten Soppeng, Air Terjun Liu Pangie menawarkan pengunjung pengalaman alami yang menyejukkan. Dikelola oleh Bumdes Mattabulu, tempat ini dilengkapi dengan wahana seperti arum jeram dan ayunan ekstrem. Dengan fasilitas seperti cafe dan area perkemahan, Liu Pangie siap menyambut para petualang. Lokasinya berada di Desa Mattabulu, Lalabata dan dibuka dari pukul 08.00-16.00 Wita dengan tiket masuk Rp 5.000.

15. Lompoe’s Ancient Cemetery

Jera Lompoe, yang berfungsi sebagai pemakaman bagi raja-raja dari Soppeng, Luwu, dan Bone sejak abad ke-17, berada di ketinggian 132 mdpl. Memadukan elemen desain Islam dan Hindu, pemakaman ini menampilkan nisan dengan berbagai bentuk unik. Terletak di Desa Bila, Lalabata, Jera Lompoe menjadi titik penting bagi penggemar sejarah dan budaya.

Bagikan

Tags

Rekomendasi