Kenali 3 Risiko ini Sebelum Mengajukan KPR

Avatar photo

S. Ikrar

Kenali 3 Risiko ini Sebelum Mengajukan KPR

Dalam kondisi keuangan yang menantang, seringkali kita memilih untuk membeli sesuatu dengan sistem kredit atau mengambil hutang. Mengambil kredit rumah atau KPR dari bank tentunya merupakan pilihan yang sah. Namun, sebelum memutuskan, penting untuk memahami beberapa risiko yang mungkin timbul.

Apa saja risiko yang perlu diperhatikan? Berikut paparan berdasarkan data dari OJK:

1. Cicilan Membengkak

Risiko pertama adalah cicilan yang meningkat, biasanya akibat dari bunga dan denda yang terus berjalan. Sebaiknya, jangan tergiur dengan pinjaman dengan suku bunga tinggi dan pastikan cicilan sesuai dengan kemampuan Anda. Hindari tindakan meminjam dari sumber lain hanya untuk membayar pinjaman awal; ini hanya akan membuat Anda terperangkap dalam lingkaran hutang.

2. Risiko Penyitaan Agunan

Jika Anda gagal memenuhi kewajiban sebagai debitur, agunan yang Anda jaminkan bisa disita dan dilelang. Jadi, apa sebenarnya lelang itu? Lelang adalah mekanisme penjualan barang ke publik dengan tawaran harga. Dilakukan oleh Bank atau Perusahaan Pembiayaan jika debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya. Setelah diberi peringatan sebanyak tiga kali tanpa respons positif dari Anda, agunan Anda dapat disita dan dijual melalui lelang.

3. Dampak pada Reputasi Kredit

Risiko ketiga adalah dampak negatif pada riwayat kredit Anda di Sistem Layanan Informasi Kredit (SLIK). Riwayat kredit yang buruk akan mengurangi kesempatan Anda untuk mendapatkan kredit di masa depan dari lembaga keuangan lain.

4. Perhitungkan Kemampuan Keuangan Anda

Sebelum mengajukan KPR atau jenis kredit lainnya, analisis dulu kemampuan finansial Anda. Apakah Anda memiliki pendapatan tetap dan cukup untuk membayar cicilan bulanan? Apakah Anda memiliki pekerjaan atau sumber pendapatan yang stabil? Evaluasi pula pengeluaran bulanan Anda dan lihat seberapa besar ruang gerak Anda untuk menampung cicilan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Definisi Take Over dalam Konteks Kredit Rumah serta Vor dan Nachteilnya

5. Pertimbangkan Kondisi Darurat

Situasi tak terduga bisa terjadi kapan saja, seperti kehilangan pekerjaan, sakit yang memerlukan perawatan medis mahal, atau kondisi darurat lainnya. Punya dana darurat adalah solusi untuk menghadapi kondisi-kondisi seperti ini. Sebelum mengajukan kredit, pastikan Anda telah memiliki dana darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama setidaknya 3-6 bulan.

6. Konsultasi dengan Ahli Keuangan

Jika Anda merasa ragu atau membutuhkan panduan lebih lanjut, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau konsultan kredit. Mereka dapat memberikan perspektif objektif tentang situasi finansial Anda dan memberikan saran terbaik untuk langkah selanjutnya.

7. Hindari Terlalu Banyak Utang

Mungkin tergoda untuk mengambil beberapa pinjaman sekaligus, tetapi hal ini bisa meningkatkan risiko kegagalan bayar. Fokuskan pada satu kredit saja dan upayakan untuk melunasinya sebelum mempertimbangkan untuk mengambil kredit lain.

Kesimpulannya, mengambil kredit adalah keputusan besar yang dapat mempengaruhi kesejahteraan finansial Anda di masa depan. Selalu lakukan riset dan pertimbangan dengan matang sebelum membuat keputusan. Ingatlah bahwa kredit adalah komitmen jangka panjang dan Anda harus siap memenuhinya agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Bagikan

Tags

Rekomendasi

Leave a Comment